Sistem Monitoring Smart GreenHouse
Ringkasan
Latar Belakang
Pertanian merupakan sektor penting dalam memenuhi kebutuhan pangan manusia. Namu produktivitas pertanian sering kali sipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan udara, kelembapan tanah, serta intensitas cahaya. Perubahan cuaca yang tidak menentu dan kurang nya pemantauan kondisi tanaman secara real time menjadi kendala utama dalam menghasilkan tanaman yang optimal
Dengan adanya perkembangan teknologi, terutama IoT, sekarang kita bisa membuat sistem yang bisa memantau kondisi greenhouse secara otomatis. Dengan menggunakan sensor untuk mengukur suhu, kelembapan, dan kondisi tanah, serta alat seperti kipas atau pompa air, kondisi tanaman bisa dijaga secara lebih efektif tanpa harus selalu diawasi secara langsung.
Oleh karena itu, diperlukan sebuah Sistem Monitoring Smart Greenhouse yang mampu memantau dan mengontrol kondisi lingkungan secara otomatis dan efisien. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman, serta memberikan kemudahan dalam pengelolaan greenhouse berbasis teknologi modern.
Tujuan
Tujuan pembuatan dari Project Smart Green House :
1. Mengontrol Lingkungan Tanaman
Project ini sangat bergantung pada kondisi cuaca untuk menjaga hasil panen tetap bagus , seperti suhu bisa dijaga dengan stabil , kelembapan nya bisa di atur , serta penambahan cahaya lampu tergantung pada kondisi kecerahan sekitar .
2.Meningkatkan Kualitas dan Hasil Panen
Project ini juga bertujuan memperkecil resiko panen yang gagal , meningkatkan jumlah panen serta , kekonsistenan dan kualitas panen yang lebih bagus .
3. Menciptakan Kondisi yang Ideal
Project ini itu seperti ruangan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan tanamana , jadi kita bisa meniru kondisi yang terbaik untuk tanaman itu , seperti mengaktifkan penyemprotan air jika kondisi tanah nya kering , dan menyalakan kipas jika sensor mendeteksi lingkungan yang terlalu panas .
4. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
penggunaan sumber daya nya menjadi lebih irit saat kita melihat kondisi tanah terlihat kering , padahal kelembapan nya masih mencukup , kita mungkin akan menyiram nya lagi agar tanaman tetap terjaga , dengan project ini kita bisa menghemat waktu , tenaga , dan air .
5. Mendukung Penelitian dan Eksperimen
menggunakan project smart green house ini membuat kita mudah mendapatkan data saat meneliti tanaman, karena kita dapat mengontrol kebutuhan tanaman nya sesuai tanaman tersebut , seperti tanaman kaktus dan cabai , kebutuhan air tentu berbeda, begitu juga pencahayaan dan suhu lingkungan nya .
Manfaat
Manfaat dari Sistem Monitoring Smart GreenHouse
1. tanaman tumbuh lebih baik
Karena suhu,kelembapan,dan cahaya dijaga stabil. Jadi pertumbuhannya lebih cepat dan lebih sehat
2. Hemat Air
Penyiraman bisa diatur otomatis sesuai kebutuhan, jadi air tidak terbuang
3. Hasil Panen Lebih Bagus
Tanaman tumbuh di kondisi yang ideal, sehingga hasilnya lebih berkualitas dan mengurangi hasil gagal panen
4. Pekerjaan Lebih Mudah
Karena ini pakai sistem otomatis seperti penyiraman dan pengatur suhu. jadi tidak perlu sering dicek secara manual
Alat dan Bahan
Alat dan Bahan:
1.Arduino uno.(sebagai otak dari sistem)
2.Sensor cahaya LDR.(mendeteksi intensitas cahaya)
3.Sensor kelembapan tanah.(mengukur kadar air tanah)
4.Sensor DHT11.(mengukur suhu dan kelembapan)
5.Kipas mini plus dinamo 3-6 volt.(untuk sirkulasi udara atau pendinginan)
6.Pompa air celup 3-6 volt.(untuk mengalirkan air)
7.Relay modul 2 chanel 5 volt.(saklar elektronik)
8.Kabel jumper female-female 20cm.(menghubungkan komponen yang memiliki pin male)
9.Kabel jumper male-female 20cm.(menghubungkan pin arduino ke komponen lain)
10.Kabel jumper male-male 20cm.(menghubungkan antar lubang breadboard)
11.BreadBoard.(tempat merangkai rangkaian)
12.Obeng.(untuk membuka dan mengencangkan sekrup komponen)
13.Kabel data USB ardunino Uno.(untuk menghubungkan arduino kekomponen)
14.Tang.(untuk memotong atau menjepit kabel)
Metodologi
1. Identifikasi Kebutuhan
Tahap ini dilakukan dengan cara menganalisis kebutuhan-kebutuhan sistem Smarth GreenHouse, yaitu:
Sistem mampu untuk menyiram tanaman dengan cara otomatis
Mendeteksi kondisi lingkungan yaitu (tanah, suhu, cahaya)
Memberikan respon respon tertentu berupa aksi aktuator
Mudah untuk digunakan user serta hemat biaya
2. Perancangan Sistem
Tahap ini dilakukan dengan desain sistem secara keseluruhan yang meliputi:
Perancangan hardware
Arduino Uno sebagai pusat kontrol
Sensor:
Kelembaban tanah
Kelembaban udara
Cahaya
Aktuator:
Pompa air
Kipas
3. Perakitan Alat (Implementasi Hardware)
Menghubungkan sensor ke pin Arduino
Menghubungkan relay ke pompa air
Menyusun rangkaian sesuai skema yang telah dirancang
Memastikan semua komponen bekerja dengan baik dan semestinya tanpa terjadinya error
4. Pemrograman Sistem
Tahap ini menggunakan software seperti Arduino IDE untuk:
Membaca data dari ketiga sensor
Mengolah data menggunakan logika
Mengontrol aktuator secara otomatis
5. Pengujian Sistem (Testing)
Pengujian ini dilakukan untuk memastikan sistem telah berjalan dengan baik:
Uji sensor tanah: apakah akurat mendeteksi kering/basah
Uji pompa air: apakah aktif saat tanah kering
Uji suhu: apakah kipas aktif saat panas
Uji keseluruhan sistem
6. Evaluasi dan Perbaikan
Menganalisis setiap kekurangan pada sistem
Memperbaiki setiap error yang ada pada program
Mengoptimalkan kinerja setiap alat
7. Implementasi dan Produksi
Membuat casing alat agar terlihat rapi dan aman
Menyusun produk siap jual atau untuk pemakaian pribadi
Menentukan harga jual berdasarkan biaya produksi
8. Dokumentasi
Menyusun laporan proyek
Menyertakan:
Foto alat
Video
Coding program
Hasil pengujian
Desain Sistem
DRIVE : https://drive.google.com/drive/folders/1HdjhrvbE_0MkAySBamRg17FjClVVJdDr?usp=sharing
WOKWI : https://wokwi.com/projects/461975361135851521
Skenario Pengujian
Hasil Pengujian
Kesimpulan
Source Code / Pseudocode
#include <DHT.h>
#define DHTPIN 2
#define DHTTYPE DHT22
#define soilPin A0
#define ldrPin A1
#define pump 7
#define fan 8
#define lamp 9
DHT dht(DHTPIN, DHTTYPE);
void setup() {
pinMode(pump, OUTPUT);
pinMode(fan, OUTPUT);
pinMode(lamp, OUTPUT);
Serial.begin(9600);
dht.begin();
}
void loop() {
int soil = analogRead(soilPin);
int ldr = analogRead(ldrPin);
float temp = dht.readTemperature();
Serial.println("==== DATA ====");
Serial.print("Soil: "); Serial.println(soil);
Serial.print("Light: "); Serial.println(ldr);
Serial.print("Temp: "); Serial.println(temp);
if (soil > 600) {
digitalWrite(pump, HIGH);
} else {
digitalWrite(pump, LOW);
}
if (temp > 30) {
digitalWrite(fan, HIGH);
} else {
digitalWrite(fan, LOW);
}
if (ldr > 300) {
digitalWrite(lamp, HIGH);
} else {
digitalWrite(lamp, LOW);
}
delay(2000);
}